Manfaat dari Dongeng…!
Desember 20, 2010 § Tinggalkan komentar
Masih enggan mendongeng untuk anak Anda sebagai pengantar tidur? Mulailah sekarang, karena manfaat dongeng sangat besar. Hal itu dikatakan psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi (59).
Dongeng, kata Kak Seto, panggilannya, tak hanya sebagai pengantar tidur, tetapi juga bermanfaat untuk mengubah perilaku anak.
”Dongeng menyimpan kekuatan dalam kata-kata yang digunakannya. Daripada menggunakan kekerasan fisik seperti mencubit atau menjewer, dongeng jauh lebih efektif untuk mengubah perilaku anak,” kata Kak Seto.
Selain itu, dongeng juga bisa menambah wawasan. Melalui kisah-kisah dongeng, anak-anak mendapatkan berbagai informasi.
”Dongeng juga bisa menjembatani komunikasi yang tidak efektif di dalam keluarga. Kesibukan orangtua yang menumpuk kerap kali menimbulkan masalah. Dengan dongeng, komunikasi yang tersumbat bisa kembali dibina,” katanya.
Sayangnya, orangtua kerap kesulitan menemukan sumber-sumber dongeng bagi anak-anak mereka. Karena itu, dia mendorong terciptanya iklim kondusif bagi penulis untuk melahirkan buku dongeng bermutu.
”Pemerintah harus peduli pada penulis, karena buku, termasuk buku dongeng, bisa menciptakan pengaruh besar. Penulis harus dihargai,” katanya.
Sumber. http://health.kompas.com/
Tips Supaya Anak Belajar Baju Sendiri
Desember 18, 2010 § Tinggalkan komentar
Di pagi hari yang super sibuk, pasti akan jauh lebih mudah kalau Anda yang memakaikan baju si kecil, ketimbang membiarkannya memakai baju sendiri. Padahal, dengan sedikit latihan, anak usia prasekolah sudah bisa belajar menyelipkan baju ke dalam celana, menarik resleting, bahkan memasang kancing bajunya sendiri.
Kapan saat yang tepat mengajarinya memakai baju sendiri? Yang pasti, lakukan latihan ini ketika Anda dan si kecil tidak sedang diburu waktu. Atau, lakukan secara bertahap, misal membiarkannya berpakaian sendiri di akhir pekan, tapi tetap membantunya di hari-hari biasa.
Mengenal Lebih awal kepribadian Bayi Anda
Desember 14, 2010 § Tinggalkan komentar
SETELAH usia 4 atau 5 bulan, kepribadian bayi Anda akan mulai terlihat. Anda akan mulai bisa menduga, apa yang bikin dia kesal atau terganggu. Nah, pilih karakteristik yang paling sesuai dengan temperamen dia (mungkin saja lebih dari satu). Setelah itu, cobalah tip berikut ini untuk membuat dia (dan Anda!) lebih bahagia.
Pemalu atau Mudah Takut
Karakter sifat utama: Sering tak mau dilepas dan mudah gelisah.
Tantangan: Bertemu orang baru, berada diantara banyak orang, da-dah ketika orangtuanya harus berangkat kerja.
Strategi menenangkan: Jangan paksa dia berinteraksi dengan orang lain. Tapi juga jangan terlalu mengisolasi dia dari orang lain. Dengan lembut perkenalkan dia pada situasi lingkungan sekeliling yang baru.
Mengenal 9 Kepribadian Balita
Desember 14, 2010 § Tinggalkan komentar
MENGASUH si kecil tidak akan pernah ada bosannya karena bayi atau balita sering menunjukkan beragam sifatnya. Perasaannya gampang berubah-ubah mulai dari pemalu, serius, cerita atau ingin tahu. Apa saja kepribadian balita?
Meski masih kecil menurut konsultan anak Su Laurent dalam bukunya ‘Your Baby Month by Month‘ yang diterbitkan Esensi seperti dikutip Jumat (24/9/2010), balita sudah memiliki kepribadian.
Ia menyarankan sebaiknya orangtua tidak memberikan julukan seperti anak cerewet atau mengkelkan karena perilaku anak bisa berubah-ubah. Julukan yang melekat bisa mempengaruhi cara anak melihat dirinya tumbuh.
Berikut 9 kepribadian balita yang bisa berubah-ubah dalam satu yang menunjukkan perubahan emosinya:
1. Pemalu
Balita sangat tergantung pada pengasuh utamanya sehingga sering timbul rasa khawatir terhadap orang asing. Jika kondisinya seperti ini sebaiknya jangan paksa anak berbicara dengan orang yang baru dikenalnya.
2. Penyayang
Balita sangat menyayangi orang yang mengasuhnya dan ia akan membalasnya dengan kasih sayang seperti memeluk atau mencium.
« Read the rest of this entry »
Cara Mengukur IQ Bayi
Desember 14, 2010 § Tinggalkan komentar
TES IQ biasanya digunakan untuk mengetes tingkat kecerdasan seseorang dan sudah mulai dilakukan pada anak usia sekolah. Tapi ternyata tes IQ juga bisa dilakukan pada bayi. Bagaimana caranya?
Ada banyak faktor yang dapat menentukan tingginya tingkat kecerdasan atau IQ (Intelligence Quotient) pada anak, antara lain gen, usia ibu saat melahirkan, ASI, mendengarkan musik sejak dalam kandungan dan video pendidikan untuk bayi.
Dengan melakukan tes IQ sejak bayi, orangtua bisa menilai kemampuan kognitif anak sejak dini. Tapi untuk mengukur tingkat kecerdasan yang sebenarnya, orangtua harus menunggu sampai anak mendekati usia sekolah, sekitar 5 tahun.
Dilansir dari Livestrong, Rabu (22/9/2010), berikut beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengukur IQ bayi:
1. Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC)
Menurut Brainy Child website, Wechsler Intelligence Scale dapat mengukur kecerdasan anak. Tes Wechsler bisa diberikan untuk anak usia 6 bulan ke atas. Tes ini dapat dilakukan tanpa membaca atau menulis.
Pada tes Wechsler, anak diukur kemampuan pemahaman verbal, penalaran perseptual, pengolahan kecepatan dan memori, antara lain dengan mengumpulkan balok, angka atau gambar dalam pola menurut model atau meminta mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh penguji.
« Read the rest of this entry »
5 Tips Menghadapi Sifat Khas Bayi
Desember 14, 2010 § Tinggalkan komentar
ADA alasanpa anak balita mulai menunjukkan sifat egois, agresif, bossy, tapi juga suka menyendiri, dan bahkan pemalu. Semuanya wajar asalkan tidak menetap dan sampai menghambat pengembangan dirinya.
Untuk itulah sifat-sifat khas tersebut tetap perlu diintervensi agar dapat menempati porsinya yang pas dan memberi kesempatan kepada sifat lain yang lebih baik untuk berkembang sebagai karakter anak. Nah, bagaimana mengintervensi ke-5 sifat tersebut?
1. EGOSENTRIS
Sifat yang umumnya muncul pada usia 15 bulanan (atau saat anak sudah sadar akan dirinya/self awareness) ini disebabkan oleh ketidakmampuan si kecil dalam melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain. Jadi semua masalah akan diteropong dari kaca mata dirinya. Lantaran sifat ini juga, anak balita selalu “here and now.”
Tips 10 Cara Membuat Balita Cerdas
Desember 14, 2010 § Tinggalkan komentar
ANAK BALITA punya kemampuan luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru dibandingkan anak yang berusia lebih tua. Penelitian menunjukkan, mengenalkan pada kegiatan membaca, bahasa, dan matematika sejak usia balita, akan membuat mereka lebih mudah menangkap pelajaran tersebut nantinya.
Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih mereka agar memiliki otak cerdas.
Peluk Cium Orangtua Membuat Anak Cerdas Emosi
Desember 14, 2010 § Tinggalkan komentar
Ciuman hangat dari kedua orang tua pada si buah hatinya, secara tidak langsung, dapat mengasah kecerdasan emosi bagi sang anak. Ia menyebutkan, tidak hanya ciuman, namun pelukan atau belaian dan kata-kata lembut juga dapat menstimulasi kecerdasan emosi sang anak.
“Yang dimaksud di sini adalah ciuman yang menunjukkan rasa kasih sayang pada anak. Bisa dilakukan kapan saja, semakin sering maka semakin baik,” kata Rusdiah Agustina SPsi, SPdI, konsultan psikologi anak dan keluarga, di Gorontalo, Kamis.
Mainan untuk Merangsang Keterampilan Motorik Anak
Desember 14, 2010 § Tinggalkan komentar
Anak tidak hanya membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang tapi juga memerlukan stimulasi yang baik dalam masa pertumbuhannya. Stimulasi ini bisa dirangsang dari mainan. Mainan apa saja yang bisa merangsang perkembangan motorik anak?
Ada beberapa tanda yang menunjukkan kemajuan dari perkembangan fisik anak, seperti duduk, berdiri, memegang suatu objek dan juga berjalan.
Untuk membantu perkembangan fisiknya dibutuhkan keterampilan motorik yang baik dan salah satunya melalui berbagai stimulasi yang sehat dalam arti mainan yang digunakan mengandung bahan yang aman untuk anak.
Seperti dikutip dari eHow, Jumat (16/7/2010) ada beberapa mainan yang dapat merangsang keterampilan motorik anak, yaitu:
« Read the rest of this entry »
Mainan Favorit Anak Usia 1 Tahun
Desember 14, 2010 § Tinggalkan komentar
Saat si kecil mulai bisa bergerak, maka ia akan menjadi penjelajah sejati. Tak heran jika ia menjadi sering memegang barang tertentu dan mulai memiliki mainan favorit. Setidaknya ada 6 jenis mainan yang sangat disukai si kecil di tahun pertama kehidupan.
Orangtua akan menyadari bahwa permainan bayinya akan semakin kompleks seiring bertambahnya kemampuan yang dimiliki si kecil.
Bayi pada usia ini akan sangat menikmati hal yang terlihat ganjil, barang-barang yang mirip dengan orang yang dikenalnya, komedi-komedi tertentu dan mainan yang mudah jatuh. Mainan-mainan ini akan membuat si kecil tertawa keras.
Seperti dikutip dari buku Your Baby Month by Month karangan Su Laurent dan Peter Reader, Kamis (3/6/2010) yang diterbitkan Esensi ada 6 mainan yang sangat disukai si kecil pada usia 1 tahun yaitu:
« Read the rest of this entry »